Di era globalisasi saat ini, perkembangan lingkungan strategis dan kemajuan ilmu pengetauan dan teknologi yang demikian pesat telah berlangsung di semua lini kehidupan dengan faktor utama teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai bentuk dan kepentingan tersebar luas keseluruh dunia yang pada awalnya bersumber dari penyebaran dan intensifikasi dari hubungan ekonomi sosial dan kultural yang menembus sekat sekat geografis ruang dan waktu, sehingga berdampak pada seluruh aspek kehidupan termasuk dalam tubuh TNI.
Sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI), tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatannegara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan Negara.TNI adalah komponen utama dalam penyelenggaraan pertahanan Negara sehingga harus didukung semua komponen bangsa yang lain. Komponen pendukung dan komponen cadangan harus diberdayakan secara sinergis dalam mendukung komponen utama dalam rangka terwujudnya penyelenggaraan pertahanan negara yang berbasis pada sistem pertahanan semesta. Sebagaimana tertuang dalam UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara.
Sebagai komponen pertahanan negaramatra darat, TNI AD telah memiliki catatan pengalaman dan rekam jejak yang sangat panjang dalam upaya penyelenggaraan pertahanan Negara sejak masa memperjuangkan kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan baik era orde lama, orde baru sampai dengan orde reformasi. TNI AD terbukti telah mampu mengawal perjalanan sejarah bangsa yang penuh dengan berbagai ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan sehingga mampu berada di tengah-tengah komponen bangsa dalam memupuk rasa kebangsaan dan semangat nasionalisme.
Namun demikian, munculnya era globalisasi yang membawa isu isu global seperti : Individualisme, Liberalisme, Kapitalisme, hedonisme, konsumerisme dan materialisme berpotensi mengancam Ideologi Pancasila sehingga diperlukan kewaspadaan nasional secara bersama-sama. Perkembangan lingkungan strategis di tingkat global telah mempengaruhi sendi-sendi dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat sehingga diperlukan “filter” yang kuat untuk mengantisipasinya secara dini.TNIAD sebagai salah satu komponen bangsa harus mampu menjadi benteng terakhir bangsa untuk menghadapi dinamika globalisasi yang mengancam disintegrasi bangsa.
Prajurit TNI ADharus mampu mengembangkan semangat juang dan militansi yang tinggi dalam mempertahankan keutuhan bangsa di era globalisasi. Jati diri TNI AD harus di kedepankan sehingga setiap pelaksanaan tugas prajurit TNI ADakan berjalan secara profesional, efektif, efisien dan berkelanjutan. Jatidiri TNI yang tertuang dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI harus terus dipegang, dijaga dan diamalkan oleh semua prajurit TNI dimanapun dan sampai kapanpun.
II.
Jati Diri TNI AD : Definisi & Makna.
Jati diri TNI AD terbentuk oleh proses perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam merebut, mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan, kedaulatan, serta keutuhan wilayah NKRI yang menunjukkan jiwa semangat dan tekad pengabdian TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara Nasional dan tentara Profesional.Pertama, Tentara Rakyat.
Tentara Rakyat adalah tentara yang berasal dari rakyat bersenjata yang berjuang melawan penjajah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Kedua, Tentara Pejuang. Tentara Pejuang adalah tentara yang berjuang menegakkan dan mempertahankan NKRI dan tidak mengenal menyerah terhadap setiap tantangan tugas yang dilaksanakan.Ketiga, Tentara Nasional. Tentara Nasional adalah tentara kebangsaan bukan Tentara kedaerahan, suku, ras tau golongan agama tetapi TNI mengutamakan kepentingan nasional dan kepentingan bangsa diatas semua kepentingan daerah, suku, ras dan golongan agama.Keempat, Tentara Profesional. Tentara Profesional adalah Tentara yang mahir menggunakan peralatan militer, mahir bergerak dan menggunakan alat tempur, serta mampu melaksanakan tugas secara terukur dan memenuhi nilai-nilai akuntabilitas.
Jati diri TNI AD dapat ditemukan secara tertulis dalam nilai-nilai kejuangan 45 dan sesuai dengan amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman yang mengatakan bahwa :“TNI adalah Tentara Pejuang, Tentara Rakyat dan Tentara Nasional”. Dalam UUNO.34 Tahun 2004 salah satu jati diri TNI adalah profesionalisme lebih lanjut.Beliau mengatakan “jangan mudah tergelincir dalam saat-saat seperti sekarang ini, segala tipu muslihat dan profokasi yang tampak atau tersembunyi dapat dilalui dengan selamat, kalau kita waspada dan bertindak sebagai patriot. Angkatan perang Republik Indonesia lahir di medan perjuangan nasional, ditengah-tengah dan dari revolusi rakyat dalam pergerakan membela kemerdekaan itu, karena itu angkatan perang Republik Indonesia adalah Tentara Nasional, Tentara rakyat dan Tentara revolusi”.
Dalam konteks ini, maka setiap prajurit dituntut agar mampu membekali diri guna menghadapi masa depan yang akan tumbuh dinamis dan kompleks, serta mengerti dan memahami bahwa TNI hendaknya memiliki Idealisme yang kuat dan terpatri dalam sanubarinya disetiap jengkal langkahnya secara profesional sebagai prajurityang Sapta Margais.
III.
Kondisi Jati Diri TNI AD saat ini.
Munculnya arus global saat ini,tentunya dapat melunturkan nilai-nilai kejuanganmasyarakat Indonesia pada umumnya dan prajurit TNI AD pada khususnya. Nilai – nilai globalisasi yang telah masuk dalam berbagai lini kehidupan masyarakat, tentu akan dapat berpotensi mempengaruhi sikap, perilaku dan tindakan para prajurit TNI AD di lapangan. Secara umum nilai – nilai jati diri TNI AD masih terpatri dalam hati sanubari setiap prajurit TNI AD sehingga tidak perlu lagi diragukan komitmen dann loyalitasnya terhadap bangsa dan Negara.
Namun demikian, tidaklah dipungkiri bahwa masih ada sikap dan perilaku segelintir oknum prajurit TNI AD yang kadangkala melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari jati dirinya, yang ditunjukan dengan masih adanya sikap arogan, kasar dan kurang humanis ketika prajurit berinteraksi dengan masyarakat, merasa adikuasa ketika berada ditengah masyarakat, serta masih terdengar adanya bentrokan kecil antara sesama prajurit bahkan dengan polisi di lapangan.
Dengan melihat kondisi tersebut diatas, maka diperlukan berbagai upaya pemberdayaan dan pemantapan jati diri TNI AD agar tetap komitmen dan loyal terhadap jati dirinya, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya dinamika globalisasi yang mengancam disintegrasi bangsa.
IV.
Memantapkan Jati Diri TNI AD dalam menyikapi Globalisasi. Dinamika perkembangan lingkungan global saat ini, diwarnai oleh banyaknya isu aksi terorisme Internasional, kelangkaan energi, pemanasan global, perkembangan peperangan yang bersifat asimetris. Ditambah lagi dengan perkembangan isu regional yang diwarnai oleh permasalahan perbatasan antar negara, dimana Indonesia masih memiliki masalah penetapan batas wilayah laut dengan negara tetangga, perompakan, penyelundupan manusia, kegiatan illegal lainnya seperti : illegal migrant, illegal fishing, illegal loging, pelanggaran wilayah, jaminan keamanan jalur perhubungan laut Internasional dan jalur perdagangan laut Internasional yang berada di perairan Indonesia. Pada lingkup nasional yang harus dihadapi adalah isu gerakan separatis OPM, kerusuhan horizontal sebagai dampak proses demokratisasi, aksi kelompok radikal, dan juga ancaman bencana alam, seperti : bahaya letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir dan tanah longsor, termasuk bencana Tsunami.
Oleh karena itu, TNI AD sebagai komponen utama pertahanan Negara, harus senantiasa siap melaksanakan peran, fungsi dan tugas pokoknya melalui pembinaan kekuatan dan kemampuan yang berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan postur kekuatan pokok minimum (MEF), serta penggunaan dan pergerakan kekuatan TNI yang disesuaikan dengan perkembangan eskalasi ancaman dan keputusan politik Negara. Mengalir dari dinamika lingkungan strategis tersebut, maka kemungkinan ancaman yang akan dihadapi adalah sebagai berikut :Pertama, yang bersifat potensial ; isu keamanan perairan dikawasan wilayah perbatasan, pelanggaran wilayah, hak asasi manusia (HAM) dan pencemaran lingkungan serta bencana alam. Kedua, yang bersifat faktual ; keamanan selat malaka dan pulau terluar, terorisme, separatisme, berbagai macam kegiatan illegal, konflik horizontal dan kelangkaan energi.
Menghadapi ancaman potensial dan ancaman faktual tersebut, maka prajurit TNI AD harus menyiapkan mental dan fisik prima sehingga dapat menangkal setiap ancaman tersebut secara dini. Nilai-nilai jati diri TNI AD yang di dalamnya terdapat semangat juang, militansi dan keuletan prajurit harus terus di pupuk, dikembangkan dan diberdayakan sehingga akan dapat mengantisipasi segala kemungkinan ancaman yang akan menyerangsetiap wilayah NKRI .jati diri TNI AD merupakan kunci dan prasyarat mutlak agar supaya dihidupkan kembali dan ditanamkan kembali kedalam setiap hati sanubari setiap prajurit TNI AD. Revitalisasi jati diri TNI AD adalah sebuah keharusan dan sebuah keniscayaan ditengah gempuran arus globalisasi yang tentunya didalamnya terdapat berbagai ancaman yang bersifat potensial dan faktual.
V. Upaya menyikapi perkembangan globalisasi.
Dalam menyikapi ancaman globalisasi serta dihadapkan pada peran dan tugas TNI AD, dirasakan perlu adanya memantapkan jati diri TNI AD agar mampu melaksanakan tugas pokok dankebijakan di bidang pertahanan di sektor darat.
Upaya yang dilakukan, diarahkan dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah serta keselamatan bangsa dan negara kesatuan RI, diperlukan prasyarat sebagai berikut :
Pertama, Soliditas, yakni adanya keberasamaan yang kuat, kukuh, tak tergoyahkan dan tak akan terpecah walaupun dilanda gempuran dan tekanan.
Kedua, memiliki kekuatan yang cukup dan mampu menghadapi ancaman, baik yang bersifat faktual maupun potensial serta berdaya tangkap tinggi.
Ketiga, menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, dimana TNI AD merupakan bagian milik bangsa dan rakyat bangsa Indonesia, yang berasal dari rakyat, bekerja dan bertugas untuk rakyat, mampu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta senantiasa dicintai rakyat.
Dalam mewujudkan kemantapan jati diri TNI AD dalam menyikapi perkembangan globalisasi, maka seluruh prajurit TNI AD harus didorong untuk bersama-sama membangun karakter prajurit dengan menekankan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai moral dan moril dengan jabaran sebagai berikut :
Pertama, kedisiplinan.
Prajurit TNI AD memiliki ketaatan dan kepatuhan yang hakiki dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kedua, kehormatan.Prajurit TNI AD memiliki integritas tinggi dalam tugas dan tanggungjawab serta dapat menjalin dan menjaga hubungan dengan atasan, rekan dan bawahan, serta menjaga martabat TNI AD dan diri sendiri serta mendapat pengakuan yang dibanggakan masyarakat.
Ketiga, kejujuran.Prajurit TNI AD yang lurus hati, tidak berbohong, tidak curang, tulus dan ikhlas serta berkata apa adanya.
Keempat, dedikasi.Prajurit TNI AD mau berkorban tenaga, pikiran dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan organisasi, serta memiliki jiwa pengabdian yang tinggi.
Kelima, loyalitas.Prajurit TNI AD yang patuh dan setia serta mempunyai komitmen kuat terhadap sesamaprajurit, organisasi, bangsa dan Negara.
Keenam, profesional.Prajurit TNI AD yang memahami tugas dan tanggung jawab serta pengetahuan dan keahlianyang mendukung dan melaksanakanya baik secara individu maupun dalam Tim dengan sebaik-baiknya.
Ketujuh, keberanian.Prajurit TNI AD yang memiliki kepercayaan diri dan karakter untuk melakukan apa yang benar dalam menghadapi tuntutan tugas permasalahan, bahaya dan ancaman. Prajurit yang berani mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, bangsa dan Negara tanpa memperdulikan kepentingan pribadi.
VI. Penutup.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dapat di simpulkan bahwaera globalisasi yang saat ini melanda kehidupan bangsa Indonesia harus di hadapi secara seksama karena memerlukan adanya ancaman potensi dan faktual terhadap keutuhan NKRI.
Sebagai salah satukomponen bangsa, TNI dan TNI AD memiliki beban moral dan tanggung jawab sosial untuk mengamankan keutuhan NKRI dari berbagai ancamansehingga di prlukan upaya revitalisasi jati diri TNI AD dalam menyikapi perkembangan globalisasi.