Untitled Document
 
Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat.  "PINAKA WIRA TAMA SAPTAMARGA"
 
 
Minggu, 14 Juni 2026
BRIGJEN TNI RIDWAN, S.Sos.
KADISBINTALAD
LINK TERKAIT
 
SOSIAL MEDIA
 
 



PATRIOT SEJATI
25-Jun-2020, 03:51:51 WIB

Orang tua dan Bapak/Ibu Guru sudah menanamkan semangat/jiwa patriotik kepada anak-anak sejak usia dini, antara lain dengan mengenalkan lagu “Garuda Pancasila” yang sangat menggetarkan dan terpatri dalam sanubari hingga kini:
“Garuda Pancasila, aku lah pendukungmu
Patriot Proklamasi, sedia berkorban untukmu Pancasila dasar negara, rakyat adil makmur sentausa Pribadi Bangsaku, Ayo Maju, Maju  Ayo Maju, maju Ayo Maju, Maju”
Kini kita menjadi  prajurit TNI juga memiliki kode etik Sapta Marga, yang sudah mendarahdaging. Marga ke 2 dari Sapta Marga menegaskan:  “Kami Patriot Indonesia, pendukung serta pembela Ideologi Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah”.
Patriot berasal dari kata patria yang berarti Tanah Air,  maka patriot berarti  pecinta/pembela Tanah Air. 
Patriotisme berasal dari kata “patriot” dan “isme” yang berarti jiwa kepahlawnanan/jiwa pahlawan (heroism) yaitu sikap berani, pantang menyerah, rela berkorban demi Bangsa dan Negara di atas kepentingan diri dan kelompok serta berjiwa pembaharu.  
Zaman dahulu rakyat Indonesia melawan penjajah dengan mengangkat senjata untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, sedangkan  yang tidak bisa hadir bertempur dengan fisik, mereka menyumbangkan harta bendanya. Hal tersebut dilakukan  karena sikap patriotik didasari oleh rasa cinta terhadap Tanah Air atau nasionalisme.
Patriotisme membuat seseorang simpati terhadap bangsanya, yakni  mampu mencintai bangsa dan negaranya tanpa menjadikan negara tersebut sebagai tujuan yang menguntungkan diri sendiri serta  menciptakan solidaritas untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Patriotisme juga menumbuhkan rasa memiliki identitas diri sehingga  mau melihat, menerima, serta mengembangkan watak dan kepribadian bangsa. Patriotisme juga mengembangakan wawasan dan kesadaran bahwa bangsanya berada dalam  dalam konteks hidup dunia, bersedia terlibat di dalamnya dan bersedia belajar dari bangsa- bangsa lain demi kemajuan bangsa.
Kapan seseorang   bisa disebut sebagai patriot sejati? Apabila nilai-nilai patriotisme  diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari di berbagai bidang kehidupan politik, ekonomi, hukum,  sosial budaya, pertahanan dan keamanan antara lain:  
Dalam bidang politik:  menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa agar Indonesia menjadi negara yang kuat, kokoh, dan tangguh serta mendukung dan menjalankan kebijakan pemerinah.  Dalam bidang ekonomi: mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Dalam bidang hukum: berusaha menaati hukum dan norma yang berlaku, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tidak main hakim sendiri, saling mengingatlkan/meyadarkan tatkala  seseorang yang  melanggar hukum,  berani menjadi saksi di pengadilan demi menjunjung tinggi kejujuran.  Dalam bidang sosial budaya:  menjaga kelestarian budaya daerah, membantu sesama yang mengalami musibah dan menolak pengaruh budaya asing yang yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.  Dalam bidang pertahanan dan keamanan: menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, menjauhi  paham kedaerahan yang sempit dan paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilia luhur Pancasila..
Pesan Bapak Panglima Besar Jenderal Sudirman
“Jangan mudah tergelincir dalam saat-saat seperti ini, segala tipu muslihat dan provokasi-provokasi yang tampak atau tersembunyi dapat dilalui dengan selamat, kalau kita waspada dan bertindak sebagai Patriot”.

 



 

 

  Copyright @ 2012 - disbintalad